Goresan Pena

Lirih

Dengarku seakan itu memberi kuasa

Pertanyaan terjawab dengan segala keangkuhannya

Lirih terasa menyelimuti sanubari terdalam

Menghentak dingin seperti goresan yang membeku

Keindahannya kini hanya bayangan gelap

Terpikir ini hanya pergi untuk sejenak saja

Seakan terasa akan pergi untuk selamanya

Tidak ada sapaan dan kata yang terucap

Hanya terdiam dan termenung ketika pergi

Kebisuan ini membuat semuanya gagal di mengerti

Pergilah, jika itu memang keinginanmu..

Datanglah, jika itu memang keinginanmu..

Biarlah semua ini membeku dan membisu

– MF –

Terkenang

Nanti yang menjadi penantian dulu, kini hadir kembali
Apa yang terlihat, masih sangat jelas teringat
Nada setiap ucapanmu, terukir jelas dalam ingatan
Do’a ku kini menjadi kenyataan untukmu
Apa yang kau miliki kini, menjadi kebahagiaan yang sempurna

Putaran waktu seakan mengiris kenangan yang dulu indah
Untaian kata dan senyum simpulmu menjadi sebuah kenangan
Rona merah wajah itu, seakan tidak akan pergi dari ingatan
Naungan surgawi menerangi seorang perempuan ini
Apa yang di sentuhnya, akan selalu menghangatkan
Memberikan seutuhnya kelembutan dan keceriaan
Air mata yang menetes pun, akan senantiasa tersenyum bahagia

– MF –

Kehangatan 

Satu rasa mencerminkan seribu asa yang semakin kuat terasa setiap harinya. Sinar terindah merasuk sukma membuat getaran yang mampu memecahkan keheningan hati yang dulunya pernah beku.

Hamparan es beku itupun sirna terkikis cahaya suci yang mampu menghalau semua kesedihannya. Membawa sejuta air mata yang hanyut dan hilang seketika untuk pergi sejauh mungkin.

Cahaya itu kini hadir menemaniku setiap harinya. Mencoba menopang hati yang sudah lama rapuh dan hancur. Memperbaiki dan mengisi semua ruang dan waktu hanya untuk memberikan sebuah kebahagiaan.

Seketika terperanjat berdiri dan terpukau. Apakah ini adalah ilusi sesaat ataukah sebuah awal dari kehidupan yang abadi. Resah dan gelisah semakin dekat meskipun kurasakan sayang dan perhatiaanmu.

Jalan pasti akan berliku, tapi tidak akan lelah selama kamu selalu bersamaku. Jangan berhenti, jangan berubah. Tetaplah bersinar untuk menerangi jiwa dan raga ini. Bangunkan aku dari tidurku yang menunggu mati. Raih tanganku dan ajak aku terbang tinggi untuk menyatu abadi selamanya

– MF –

Dear You..

I miss you when something really good happens, because you’re the one I want to share it with. I miss you when something is troubling me, because you’re the only one who understands me so well. I miss you when I laugh and cry, because I know that you’re the one who makes my laughter grow and my tears disappear. I miss you all the time, but I miss you the most when I lie awake at night and think of all the wonderful times we spent with each other for those were some of the best memorable times of my life.

– Author Unknown –

Terkenang II

Merindukan dia yang dulu pernah singgah di hati
Ingatan tentangnya ternyata masih tergambar dengan jelas
Rasa yang pernah ada dulu perlahan menyelinap kembali kedalam relung hati
Zona memori membawaku kembali ke masa lalu yang indah saat bersamanya
Ada cinta disana yang terbingkai dalam cerita

Faktanya kini kebersamaan itu hanyalah tinggal kenangan
Indah terbayang namun takkan pernah bisa terulang
Dulu sekarang ataupun nanti
Akan selalu ada tempat untukmu di hatiku

– NP –

Biru

Menatap awan, menghembus asa yang tertinggal

Pilu sanubari di atas tetesan embun pagi hari

Terpaku dan terpana akan keadaan yang bersolek ramai

Seolah memanggil untuk singgah dan berteduh

Bagaimana bisa semua itu menjadi takdirnya?

– MF –

 

Makhluk Dunia

Ada bagian paling peka untuk di sentuh

Bagian palung jiwa yang jauh tertimbun

Yang hanya tersentuh dengan ketulusan

Tiada manusia yang bisa menggenggamnya

Begitu juga akhir cerita ini

Yang tidak selesai di terpa ombak

Hanya bisa berserah dan pasrah

– MF –

Bidadari Surga

Izinkan mata ini tertutup dalam tidur

Untuk melihat wanita yang terindah

Seribu macam pancaran pesonanya

Membuat mati tidak berdaya

Mata lembut yang tajam terparuh

Membekas di ruang belantara hati

Sapanya seperti angin senja sore

Meniup damai separuh jiwanya

Teringat dosa yang tak kuasa terucap

Melebur dalam jiwa yang busuk

– MF –

Gerimis

Seperti gerimis di malam gelap
Dengan suara merdu mengantar lelap
Terjauh dalam mimpi dan khayalan
Terjebak dalam persimpangan jalan

Semua arah nampak gelap membisu
Menunggu kabut tak jua pergi
Meski gemerlap langit berbintang
Tiada sinaran arah tertuju

– MF –

Merindu

Aku merindunya bagai tanaman yang lama tak mendapatkan hujan.
Kering hingga ke akar.
Aku merindunya bagai langit malam yang merindukan bintang.
Sepi dan sunyi dalam kesendirian

Aku merindunya hingga nafas terasa sesak.
Dadaku seakan membuncah dengan rasa rindu yang hampir tumpah.

Aku merindunya hingga kepalaku terasa penuh. Dipenuhi oleh bayangannya yang menempati hampir setiap sudut di rongga kepalaku.

Aku merindunya dalam setiap detik putaran waktu tanpa tahu harus berbuat apa.
Hanya bisa terdiam terpaku dan membisu.

Ingin sekali saja berbisik di telinganya bahwa aku rindu sekali.
Rindu ingin bersama seperti dulu. Rindu menjadi bagian dari hari harinya. Rindu di cintainya. Rindu merasakan rindunya. Rindu melihat senyum dan tawanya yang masih saja menggetarkan hati.

Tapi lidahku yang kelu tak mampu mengungkapkan apa yang kurasakan.
Hanya bisa terdiam terpaku dan membisu.

– NP –
 
Sebuah Harapan

Harapan adalah sebuah impian setiap manusia. Dimana harapan tersebut menjadi penyemangat hidup setiap manusia.

Kadang segala sesuatu yang kita harapkan tidak sejalan dengan apa yang terjadi dan apa yang kita peroleh.

Kadang harapan itu pupus ditengah jalan dan kebanyakan dari kita merasa sedih dan putus asa.

Kita tidak pernah tahu, apa maksud Tuhan memberikan impian yang berbeda dari apa yang kita impikan.

Apapun yang Tuhan berikan sebagi pengganti impian kita, seharusnya kita terima dengan iklas dan berlapang dada.

Teguhkan hati dan percayalah bahwa harapan itu akan selalu ada. Meskipun dengan jalan yang berbeda.

Karena kita tidak akan pernah tahu, apa yang dibawa air pasang berikutnya untuk kita.

Meskipun penantian akan harapan itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Tapi percayalah, Harapan itu akan selalu ada..

– MF –

?

Langkah kaki itu membuat kau pergi
Dengan rangkaian tangis yang mengiringinya
Tanpa sepatah kata kau biarkan begitu saja
Kemana kau akan pergi malam itu?
Pergi untuk menghindar dan pergi untuk kembali?

Apakah itu jalan yang biasa kau lalui
Keheningan malam kala itu membuat dingin
membawa sejuta tanya dan harapan
terbawa angin malam yang berhembus kencang
tanpa kau sadari kau berlari terlalu cepat

Hari ini kau lewat dengan sejuta harapanku
Tanpa kau menoleh aku tau sejuta jawabanmu
Terlihat jelas hatimu yang sudah dingin membeku

Ingatkah kau malam lalu saat kau genggam hati ini?
Ingatkah kau akan perkataanmu saat itu?
Kata kata yang hanya hati yang mampu mendengar

Kaubiarkan hati ini terbakar habis
Kaubiarkan rasa ini tertinggal jauh
Tanpa sepatah kata yang sempat terucap
Jauh sejauh langkahmu pergi
Yakinlah akan langkahmu nanti
Seperti matahari yang selalu terbit dan terbenam

– MF –

?

Beratnya hari ini terasa pilu didada
Beratnya keadaan membuat semuanya harus berakhir sudah
Beratnya rasa tertanggung sudah dihari ini
Jumat kelabu ini membuktikan semua hal
Jalan ini akan selalu berbelok dan berliku
terkadang kau tidak mampu berbelok mengikutinya
Beranikah diri ini menanggung rasa yang sudah tertinggal?
Beranikah diri ini bangkit dari kenyataan hidup?
Rasanya aku tidak sanggup lagi menahan curahan badai ini

Panas terik ini akan ku lalui dengan langkah kaki yang berat
Hujan badai ini akan ku tempuh seorang diri
Tiada lagi yang menemani sisi kelam hidup ini
Tidada lagi canda tawa yang akan tersisa minggu ini
Apakah semua ini akan berakhir selamanya?

Rasanya hilang gairah dan semangat hidup ini
Rasa takut ini akan selalu menusuk setiap harinya
Takut akan sesuatu yang terbuat dengan sendirinya
Apa yang bisa meneduhkan takut ini dikemudian hari?

Tuhan.. aku tidak sanggup lagi menahan semua ini..
Biarkan cahayamu melelehkan hati yang beku ini..
Berikan kekuatan itu untuk aku berjalan setiap harinya..

– MF –

Dear you…

Kamu yang selalu hadir menemaniku dari gelapnya malam,
meneduhkanku dari panasnya matahari dikala siang..
Sejuk lembut matamu, menyinari hatiku dengan kehangatan.
Merah rona pipimu, mengisyaratkan keluguan dan kedewasaan.
Bibir mungilmu kala itu, menggetarkan segenap jiwa dan ragaku.
Tidak ada kata yg mampu ku ucapkan..

Peluk lembut hangatnya dirimu, membuat hati ini terasa nyaman dan bahagia.
Genggaman tanganmu kala itu, membuat jiwa ini tidak ingin berpisah denganmu.
Kamu yg selalu hadir dalam hariku, membuat diriku selalu frustasi dengan kenyataan ini..

Kamu yg membuatku selalu terpana dengan pesonamu, seakan tidak akan lelah mata ini memandang..

Untukmu malam ini, kuberikan segenap jiwa dan ragaku sebagai tempat bernaung dari kegelisahanmu..

– MF –